SELAMAT DATANG


widgets

Kamis, 25 Juli 2013

MEMAHAMI DAN PENERAPAN METODE BELAJAR AKTIF

MEMAHAMI DAN PENERAPAN METODE BELAJAR AKTIF
Metode belajar yang dapat mendukung perkembangan kecerdasan majemuk yaitu metode belajar aktif.Dengan pendekatan kecerdasan majemuk, setiap anak diakui memiliki kecerdasan yang teridiri dari sembilan aspek dengan pola yang berbeda-beda.Menurut teori Howard Garder, sembilan aspek kecerdasan tersebut terdiri dari kecerdasan : 1.verbal-linguistic, 2.logika-matematika, 3.visual-spasial, 4.kinestetik tubuh, 5.musical ritmis, 6.interpersonal, 7.intrapersonal, 8.alam dan 9.moral. metode belajar aktif ialah metode belajar dengan proses penguasaan materi yang memungkinkan para siswa melakukan kegiatan.Jadi belajar aktif, anak-anak juga melakukan segala sesuatu. Ketika guru berhadapan dengan anak, maka anak yang diharapkan meningkatkan diri,Kemudian, proses belajar dilakukan dua arah, tidak hanya guru yang memberikan materi. Lalu para siswa diharapkan dapat mempraktekkan materi yang sedang dipelajari. Komunikasi dua arah antara anak dengan guru atau orangtua penting dilakukan dalam metode belajar aktif.Beri kesempatan anak untuk mengungkapkan apa yang dia rasakan atau inginkan. Dalam penerapan metode belajar aktif yang benar, siswa dan guru sama-sama aktifnya.Metode belajar aktif atau sekarang lumrah disebut sebagai metode PAIKEM (Pembelajaran Aktif,Inovatif,Kreatif dan Menyenangkan) saat ini mulai dirasakan pentingnya dikalangan praktisi pendidik. Dikarenakan metode ini agaknya menjadi jawaban bagi suasana kelas yang kaku, membosankan, menakutkan, menjadi beban dan tidak membuat betah dan tidak menumbuhkan perasaan senang belajar bagi anak didik.Cara belajar siswa aktif adalah merupakan tantangan selanjutnya bagi para pendidik. Sebab ruh dari KTSP yang diberlakukan sekarang ini adalah pembelajaran aktif.Dalam pembelajaran aktif baik guru dan siswa sama-sama menjadi mengambil peran yang penting. Istilah yang sekarang ada dan memiliki esensi yang sama dengan belajar aktif adalah PAIKEM atau pembelajaran aktif, Inovatif,Kreatif,Efektif, dan Menyenangkan. Istilah ini ada dalam kerangka peningkatan mutu pendidikan manajemen berbasis sekolah (MBS). PAIKEM adalah dua pilar dari empat pilar MBS. Dua pilar lainnya adalah : 1. manajemen yang transparan, dan keterlibatan masyarakat pendidikan, 2. Sedangkan pembelajaran berbasis proyek adalah proyek perseorangan atau grup dan dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu,menghasilkan sebuah produk, yang hasilnya kemudian akan ditampilkan atau dipresentasikan. Saat pengerjaan kelas menggunakan berbagai macam bahan-bahan, dengan pendekatan belajar aktif atau berpusat pada siswa menggunakan: kontruktivis, problem solving, inquiry, riset, integrated studies, pengetahuan dan ketrampilan, evaluasi, refleksi, dll. Dua metode diatas mempertimbangkan aspek : a. Gaya belajar siswa b. Taksonomi pembelajaran c. Kecerdasan majemuk Dikarenakan metode ini agaknya menjadi jawaban bagi suasana kelas yang kaku, membosankan, menakutkan, menjadi beban dan tidak membuat betah dan tidak menumbuhkan perasaan senang belajar bagi anak didik. Alih-alih membuat anak mau menjadi pembelajar sepanjang hayat yang terjadi malah kelas dan sekolah menjadi momok yang menakutkan bagi siswa. Cara belajar siswa aktif adalah merupakan tantangan selanjutnya bagi para pendidik. Sebab ruh dari KTSP yang diberlakukan sekarang ini adalah pembelajaran aktif. Dalam pembelajaran aktif baik guru dan siswa sama-sama menjadi mengambil peran yang penting. Guru sebagai  merencanakan dan mendesain tahap skenario pembelajaran yang akan dilaksanakan di dalam kelas.  membuat strategi pembelajaran apa yang ingin dipakai (strategi yang umum dipakai adalah belajar dengan bekerja sama)  membayangkan interaksi apa yang mungkin akan terjadi antara guru dan siswa selama pembelajaran berlangsung.  Mencari keunikan siswa, dalam hal ini berusaha mencari sisi cerdas dan modalitas belajar siswa dengan demikian sisi kuat dan sisi lemah siswa menjadi perhatian yang setara dan seimbang  Menilai siswa dengan cara yang tranparan dan adil dan harus merupakan penilaian kinerja serta proses dalam bentuk kognitif, afektif, dan skill (biasa disebut psikomotorik)  Melakukan macam-macam penilaian misalnya tes tertulis, performa (penampilan saat presentasi, debat dll) dan penugasan atau proyek  Membuat portfolio pekerjaan siswa. Siswa menjadi ……. • menggunakan kemampuan bertanya dan berpikir • melakukan riset sederhana • mempelajari ide-ide serta konsep-konsep baru dan menantang. • memecahkan masalah (problem solving), • belajar mengatur waktu dengan baik, • melakukan kegiatan pembelajaran secara sendiri atau berkelompok (belajar menerima pendapat orang lain, siswa belajar menjadi team player) • mengaplikasikan hasil pembelajaran lewat tindakan atau action. • Melakukan interaksi sosial (melakukan wawancara, survey, terjun ke lapangan, mendengarkan guest speaker) • Banyak kegiatan yang dilakukan dengan berkelompok
(c)copy right2013 email :prie.news@gmail.com FB: prie.face@yahoo.co.id twitter : Nupriyanto

Minggu, 21 Juli 2013

MANAJEMEN ADMINISTRASI PERKANTORAN

Pengertian menurut para ahli Edwin Robinson dan William Leffingwell Manajemen Perkantoran dapat didefinisikan sebagai : perencanaan, pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta penggerakkan mereka yang melaksanakannya agar mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan lebih dahulu. George R. Terry Manajemen perkantoran adalah : perencanaan, pengendalian dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta penggerakan mereka yang melaksanakan agar mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan. Millis Geoffrey Manajemen perkantoran adalah : seni membimbing personel kantor dalam menggunakan sarana yang sesuai dengan lingkungannya demi mencapai tujuan yang ditetapkan. Rifhi Siddiq Manajemen perkantoran merupakan : suatu metode yang dilakukan dengan memperhatikan fungsi-fungsi manajemen berkaitan dengan pekerjaan perkantoran yang telah direncanakan sebelumnya. W.H. Evans Administrasi perkantoran merupakan : fungsi yang menyangkut manajemen dan pengarahan semua tahap operasi perusahaan mengenai pengolahan bahan keterangan, komunikasi, dan ingatan organisasi. Dengan demikian, pada pokoknya manajemen perkantoran merupakan : rangkaian aktivitas merencanakan, mengorganisasi (mengatur dan menyusun), mengarahkan (memberikan arah dan petunjuk), mengawasi dan mengendalikan (melakukan kontrol) sampai menyelenggarakan secara tertib sesuai tujuan mengenai sesuatu hal atau kegiatan. Hal atau sasaran yang terkena oleh rangkaian kegiatan itu pada umumnya ialah pekerjaan perkantoran (office work). Yang termasuk pekerjaan perkantoran diantaranya: • mengetik (typing) • menghitung (calculating) • memeriksa (checking) • menyimpan warkat/arsip (filing) • menelepon (telephoning) • menggandakan (duplicating) • mengirim surat (mailing) • dan kegiatan lain. Aspek-aspek / fungsi manajemen Administrasi perkantoran Dalam manajemen perkantoran terdapat berbagai fungsi yang meliputi rangkaian aktivitas antara lain: • Manajemen dan pengarahan • Tata laksana/penyelenggaraan • Pelaksana secara efisien • Manajemen • Pengawasan • Pengendalian dan pengawasan • Pengarahan dan pengawasan • Pengarahan • Perencanaan, pengendalian dan pengorganisasian Faktor-faktor manajemen Administrasi Perkantoran menurut Edwin Robinson menyebutkan : • pegawai • Material perlengkapan • Persayaratan • Metode Sedangkan fungsi-fungsi Manajemen Administrasi Perkantoran yang terkait lainnya menurut H.Mac Donald (office management) bertalian dengan 6 hal yaitu : • Kepegawaian perkantoran (office personel) • Metode perkantoran (office methods) • Perlengkapan perkantoran (office equipment) • Faktor-faktor fisik dalam kantor (Physical factor) • Biaya perkantoran (office costs) • Haluan atau kebijakan perkantoran (office policies) 2 Cakupan bidang kerja dalam manajemen perkantoran oleh Charles O Libbey meliputi : • ruang perkantoran (office space) • komunikasi (communications) • kepegawaian kantor (office personnel) • perabotan danperlengkapan kantor (furniture and equipment) • peralatan dan mesin (appliance and machine) • perbekalan dan alat tulis (supplies and stationery) • metode (methods) • tata warkat (records) • kontrol pejabat pimpinan (executive controls) Tujuan Manajemen Administrasi Perkantoran Tujuan manajemen Administrasi Perkantoran menurut GR Terry dalam bukunya yang berjudul Office Management and Control, yaitu : • Memberikan semua keterangan yang lengkap dan diperlukan siapa saja, kapan dan di mana hal itu diperlukan untuk pelaksanaan perusahaan secara efisien • Memberikan catatan dan laporan yang cukup dengan biaya serendah-rendahnya. • Membantu perusahaan memelihara persaingan. • Memberikan pekerjaan ketatausahaan yang cermat • Membuat catatan dengan biaya minimal Kegiatan Manajemen Administrasi Perkantoran Kegiatan manajemen administrasi Perkantoran antara lain : 1. Pengadministrasian seluruh kegiatan 2. Menginventarisasi peralatan kantor 3. Penyediaan informasi yang dibutuhkan untuk kepentingan manajemen. 4. Melakukan pengasrsipan data sehingga mudah untuk diakses oleh yang membutuhkan.